Sejarah

TEKNIK SIPIL

Program Studi Teknik Sipil mulai didirikan pada tahun 2013 dengan jumlah mahasiswa perdananya 6(enam) orang. Pada saat itu, Mahasiswa yang telah diterima untuk sementara waktu  berkuliah di Institut Teknologi Bandung. Pada 20 Maret 2015 prodi yang dibawah naungan Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan ini disahkan dengan Nomor SK Pendirian PS Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia 64/M/KP/2015. Program studi ini dirancang untuk menghasilkan dan mempersiapkan lulusan-lulusan yang handal, beretika, dan profesional di bidang struktur, transportasi, hidro, geoteknik, dan managemen.

 

Di ITERA, Program Studi Teknik Sipil saat ini hanya menyediakan Program Sarjana Strata 1 (S1). Teknik Sipil itu sendiri merupakan suatu keilmuan yang mencakup teknologi merancang, membangun, memelihara, dan  mengelola fasilitas sarana dan prasarana sipil seperti rumah tinggal, gedung bertingkat, jaringan jalan, jembatan, saluran drainase, bandara, dan  pelabuhan. Selain itu program ini juga bertujuan untuk melayani masyarakat dengan jalan  melibatkan seluruh civitas akademik dan juga memberdayakan masyarakat. Lulusan program  ini diharapkan dapat menjadi seorang pemimpin yang inovatif dan memiliki kemampuan manajerial yang baik dalam bekerja, baik sebagai perencana, pengelola, peneliti, maupun pelaksana infrastruktur ketekniksipilan.. Rektor pertama ITERA, yaitu Prof. Ir. Ofyar Z. Tamin, M.Sc., Ph.D. adalah salah satu contoh tokoh sukses yang memiliki latar belakang bidang keilmuan Teknik Sipil.

 

Program ini telah mendapatkan akreditasi “C” atau “cukup” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)  berdasarkan Keputusan BAN-PT No.2276/SK/BAN-PT/Akred/S/VII/2017.  Sertifikat akreditasi ini berlaku 5(lima) tahun sejak tanggal 11 Juli 2017 sampai dengan 11 Juli 2022.